Bertukan passangan di puncak
kali ini kita dapat kiriman cerita dewassa dari salah satu penghuni ceritapa.com
Di suatu hari
Aku dan istriku berencana berlibur dengan teman teman kami yaitu farhan dan revelia. Kami sudah merencanakan nya sejak 3 bulan lalu dan baru ada waktu pada hari ini tanggal 7 januari 2011. Kami menaiki mobil masing-masing dan mengendarai pagi hari menuju puncak bogor, kami disana sudah menyewa villa, yg cukup besar ada 3 kamar. Kami membawa mobil beriringan dan kami memasang alat komunikasi ( HT ) di mobil kami agar memudahkan kami untuk mengetahui posisi masing-masing, kami menuju ke puncak bukan hanya sekedar liburan,tapi memuaskan hasrat kami tanpa selingkuh tapi dengan persetujuan semuanya, kami berjalan menikmati indahnya pemandangan di jalan tol dan kami juga sempat beberapa kali melewati jalur non tol, kami sempat berhenti sejenak dan kami bertukar istriku bersama si Farhan dan revelia bersama ku,
di tengah perjalanan revelia bercerita klo dia sudah tidak tahan, dia sudah nafsu dia sudah ingin mengeluarkan hasratnya, aku berusaha menolak. Di jalan aku fokus untuk mengendarai mobil sampai akhirnya tak terlihat mobil Farhan dan tak tersambung alat komunikasi yg aku gunakan, “halo farhan, tes tes” tidak ada jawaban dari ht itu. Lalu tiba-tiba revelia menaruh telapak tangannya di paha dan mulai meraba selangkangan ku, dia juga perlahan membuka kancing bajunya tanpa melepaskan hijabnya, dia mulai membuka helai demi helai kain sampai tersisa hanya bra dan cd nya saja, ketika sudah sampai di villa, ternyata Farhan dan istriku belum sampai sampai juga. Sehingga revelia yg sudah menahan dari tadi mulai melepaskan semua yg dia kenakan, dan dia juga membuka semua bajuku tanpa ada sehelai benang pun, “aku sudah telanjang, masa kamu nggak? Aku udah dari tadi bilang sudah tidak tahan….” Sambil menggigit bibir bawah dia membuka bajuku, dan celana ku, dan perlahan dia berlutut dan membuka CD ku dan dia mulai memasukkan kemaluanku ke mulutnya. “Ahhhhh, enak banget, sedot vel… Ahhkkkkk”
aku mulai ke enakan dan di saat yg bersamaan, veli mendorong ku ke sofa yg ada di belakangku dan kita berada di taman di dalam vila itu. Revelia mulai memainkan kelaminku dan dia berkata, “gede juga punya mu, aku hampir saja mau muntah karena aku paksakan masuk ke mulutku ternyata hanya masuk setengah” ucapnya sembari mengocok penisku. Dia terus memasukkan penisku ke mulutnya dan mengocoknya hingga akhirnya terdengar suara klakson mobil Farhan, dan aku mulai panik karena aku tidak pakai sehelai kain pun, tiba-tiba Farhan dan istriku masuk lewat pintu samping yg memang ada dekat garasi, “sudah mulai duluan kalian yaa wkwkwk” kata Farhan si revelia yg hanya santai duduk di bawah sambil berlutut di depan penis ku dan masih memainkan penisku, istriku menghampiri ku dan ku raba pantat dan dadanya, dia sudah tidak mengenakan CD dan bra.
Ketika ku cium pipi dan juga lehernya ternyata ada bau yg tidak asing bagiku, aku hanya keheranan kapan mereka melakukannya. aku yg menikmati permainan revelia seketika mulai merasakan puncak kenikmatan, revelia yg mengetahui itu, dia mulai menjadi-jadi memainkan penisku dan akhirnya keluar ke muka revelia dan ada yg masuk ke mulutnya dan itu tidak sedikit. Aku terkejut ternyata dia meratakan sperma nya dan menelan nya, aku kenal revelia dari kami baru lahir ( karena ibu kami berteman sejak mereka sekolah dulu ) aku hanya tau keluarga dia sangat agamis sekali, setelah itu, tiba-tiba si Farhan menarik istriku dan membuka semua bajunya, tanpa aba aba dia mulai memasukkan penisnya ke dalam vagina istriku dan istriku mendesah, “akhhhhh…. Terus enak banget…..” Kata istriku.
Aku tak mau kalah, ku gendong tubuh mungil revelia dan ku telentang kan revelia ke sofa dan mu mainkan putingnya, dan ku masukkan perlahan penisku ke vaginanya, revelia mengerang lebih keras dari istriku sambil kejang kejang dan matanya keatas menunjukkan kenikmatan yg diarasakan. Disiang itu setelah melewati perjalanan panjang, kami menikmati permainan yg kami buat itu. Istriku dan Farhan sangat menikmati permainannya, tak lama kemudian Farhan sampai di puncaknya dan dia lemas, spermanya masuk ke dalam vagina istriku, “akhhhh aku keluar….. Aku sudah lemas” kata Farhan “hangat banget keluar di dalam akhhhh…..” Saut istriku sambil mengunci pantat Farhan Dengan kakinya.
Aku dan revelia mulai mengganas pula, Farhan melepaskan penisnya dari vagina istriku dan keluar sperma dari vagina istriku yg mengalir, dan revelia menarik penis Farhan yg masih ada sisa sperma dan memasukkan ke dalam mulutnya. Tak berlangsung lama, aku pun juga merasakan puncak nya dengan revelia sampai revelia kejang kejang, “akhhh akghh…. Enak banget terusin aja, klo udah keluar biar aja terusin dikit lagi” aku yg sudah keluar itu tetap meneruskan hingga akhirnya aku lemas dan mengeluarkan penisku.
Kami berempat tergeletak di sofa besar itu tanpa busana, kami saling bertukar pasangan melakukan sex banyak ronde Dengan jilbab istri kami yg masih di pakainya itu. Kami berpelukan ( bukan istri masing masing ) dan kami berciuman dengan ganasnya.




Post Comment